Informasi dan Layanan

BERITA UTAMA

BLITAR - Rabu siang (11/02), tim penilai lomba kelurahan berseri tingkat Propinsi Jawa Timur melakukan kunjungan lapangan ke empat RW di Kelurahan Kepanjenlor. Adapun unggulan dari lima titik itu diantaranya RW 1 mengunggulkan tanaman hidroponik, RW 2 pemanfaatan lahan pekarangan sempit dengan berbagai tanaman, di RW 4 memiliki aliran sungai yang bersih meskipun berada dikawasan padat penduduk. Sedangkan RW 6 atau kawasan perumahan terdapat bank sampah, pemilahan dan pemanfaatan komposter, memiliki tanaman organik yang digagas kelompok olahan pangan (KOP). Demikian dijelaskan Benny Andriawan selaku Lurah Kepanjenlor Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar.Menurut Benny, kunjungan tim penilai kelurahan berseri tahun ini merupakan yang kedua kali. Setelah tahun lalu kelurahan kepanjenlor dinobatkan sebagai kelurahan berseri tingkat pratama. Tahun ini menuju peringkat diatasnya, yaitu madya. Namun demikian prestasi bukan menjadi tujuan utama. Melalui penilaian ini diharapkan mampu merubah perilaku masyarakat agar lebih peduli dengan lingkungan sekitar. Ada tiga criteria penilaian dalam lomba kelurahan berseri tingkat Propinsi Jawa Timur, diantaranya kelembagaan dan partisipasi masyarakat, pengelolaan lingkungan dan perilaku budaya terhadap lingkungan. Misalnya dengan tidak membakar sampah sembarangan yang bisa mengakibatkan pencemaran udara, pengelolaan sumber daya alam yang ada dll. (ram)
BLITAR - Setelah sebelumnya melaksanakan pra-Musrenbang ditingkat RT/ RW, masyarakat Kelurahan Kepanjenlor menggelar Musrenbang tingkat kelurahan pada minggu pertama bulan Pebruari 2015 lalu.Benny Andriawan, S.STP selaku Lurah Kepanjenlor Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar saat dikonfirmasi disela-sela aktifitasnya pada Rabu (18/02) mengatakan bahwa berdasarkan usulan perwakilan masyarakat di 6 RW diketahui beberapa pelatihan ketrampilan sangat ditunggu-tunggu. Seperti pelatihan dan budidaya tanaman sekaligus permintaan bibit tanaman. Hal itu dianggap wajar karena berada dipusat kota, warga Kelurahan Kepanjenlor tidak memiliki banyak lahan sehingga berharap bisa membudidayakan lahan sempit yang dimiliki. Menurut Benny, usulan itu sangat bagus. Bahkan bisa berdampak pada pengembangan Kelompok Olahan Pangan (KOP) yang saat ini belum muncul di semua lapisan masyarakat.Namun demikian beberapa usulan fisik, baik fisik konstruksi maupun non-konstruksi juga masih diharapkan oleh masyarakat. Salah satunya perrmintaan bantuan peralatan usaha. (ram)
BLITAR - Program fisik non-konstruksi PPMK Kelurahan Kepanjenlor tahun 2015 telah terserap maksimal. Akhir pekan lalu beberapa peralatan yang dibutuhkan masyarakat secara simbolis diserahkan oleh Assisten Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat di aula kelurahan setempat. Benny Andriawan, S.STP selaku Lurah Kepanjenlor Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar dikonfirmasi disela-sela kegiatan pada Selasa (31/03) mengatakan bahwa bantuan peralatan bersifat hibah yang dianggarkan melalui program non fisik PPMK tahun 2015, diantaranya 6 sound system bagi 6 RW. Digunakan untuk kegiatan pengajian-pertemuan dan lain-lain. Selain itu diserahkan pula peralatan budidaya tanaman hidroponik yang diterima Kelompok Peduli Lingkungan (KPL) masing-masing RW, kotak P3K lengkap dengan obat-obatan bagi 13 poskamling se-Kelurahan Kepanjenlor dan bibit pohon. Dipilih bibit tanaman bunga kenanga dan bulu ayam karena dapat digunakan warga untuk kelengkapan perawatan jenazah. Masing-masing RW mendapatkan sekitar 10 bibit. Selain itu sebelumnya juga telah diserahkan secara langsung tenda kematian bagi RW 5, 15 meja bagi 15 posyandu se-Kelurahan Kepanjenlor baik posyandu balita maupun lansia. Sementara itu bagi peserta pelatihan kerajinan olahan sampah plastic dan pelatihan pembuatan ayam dan jamur kremes, masing-masing juga menerima bantuan peralatan. Harapannya setelah mendapatkan skill, mereka langsung bisa membuka usaha sendiri tanpa memikirkan untuk pembelian peralatan. (ram)

Berita Terbaru

Galeri Kegiatan

Instagram

Video Kegiatan

Lihat Lainnya

Portal Layanan